Skip to main content

Bosan di Rumah Aja? Coba Ikutan Tantangan Tiru Karya Seni #TussenKunstenQuarantaine dari Galeri Nasional




JAKARTA, KOMPAS.com - Tagar #tussenkunstenquarantaine belakangan viral di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tagar tersebut berisi beragam foto dari orang yang mengeksplorasi kreativitas untuk menirukan karya seni ternama. Lembaga negara sekaligus museum seni rupa modern atau kontemporer di Jakarta, Galeri Nasional Indonesia ikut serta meramaikan tagar ini. Kepala Seksi Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia (Galnas), Zamrud Setya Negara mengatakan #TussenKunstenQuarantaine di Galnas termasuk dalam program Galeri Nasional Challenge atau #galnaschallenge.


Lembaga negara sekaligus museum seni rupa modern atau kontemporer di Jakarta, Galeri Nasional Indonesia ikut serta meramaikan tagar ini. Kepala Seksi Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia (Galnas), Zamrud Setya Negara mengatakan #TussenKunstenQuarantaine di Galnas termasuk dalam program Galeri Nasional Challenge atau #galnaschallenge.


"Program ini masuk dalam #galnaschallenge yang mana meski di tengah situasi terkunci dalam rumah, ada satu hak yang tidak bisa berhenti yaitu hak publik tentang kreatif dan informasi," kata Zamrud saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (25/4/2020). Ia melihat bahwa #TussenKunstenQuarantaine sebagai suatu kesetaraan antara museum-museum di dunia dalam menanggapi satu hal pandemi global. Hal ini dibuktikan dengan tagar tersebut yang mana memang viral atau mendunia. "Orang tinggal meng-klik tagar tersebut di media sosial, website dan muncul beragam foto dari seluruh dunia yang ikut serta meniru karya seni sebuah museum. Semua orang bisa melihat dan meniru dari rumah," ujarnya.


Menurut Zamrud, publik perlu untuk selalu mendapatkan informasi lebih. Pandemi virus corona tentunya tidak menghentikan daya kreativitas masyarakat. Tantangan #TussenKunstenQuarantaine sudah disiarkan melalui akun Instagram Galnas @galerinasional sejak Rabu (22/4/2020).


Galnas mengajak serta Warga Negara Indonesia untuk menirukan karya-karya koleksi Galnas yang berupa lukisan dalam katalog Pameran Tetap Koleksi Galnas bertajuk "Monumen Ingatan".


Bagaimana? Tertarik mengikuti tantangan dari Galnas terkait #tussenkunstenquarantaine? Simak syarat dan prosedur tantangannya berikut ini:


1. Pilih karya favorit kamu dalam katalog Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia "Monumen Ingatan". 
2. Kamu dapat menuju link katalog yang berada dalam bio akun Instagram @galerinasional. 
3. Berpose semirip mungkin atau temukan benda-benda yang berada di rumah, dan susun semirip mungkin dengan obyek karya yang kamu pilih 
4. Follow akun Instagram @galerinasional Like postingan di @galerinasional 
5. Unggah hasil kreasimu seperti contoh di feed Instagram pribadi paling lambat 17 Mei 2020 
6. Pastikan akun Instagram tidak dalam mode privat 
7. Cantumkan #tussenkunstenquarantaine dan #galnaschallenge pada caption 
8. Mention dan tag akun Instagram @galerinasional 
9. Mention dan ajak tiga teman untuk ikut tantangan ini




Comments

Popular posts from this blog

Alat dan Bahan Menggambar Bentuk Obyek Tiga Dimensi

KOMPAS.com - Menggambar merupakan sebuah kegiatan ekspresif yang didalamnya membutuhkan beberapa alat untuk menunjang terciptanya sebuah karya. Karya gambar yang sudah jadi pun disesuaikan dengan tingkatan sesuai umur atau juga kategori. Namun, dari semua itu menggambar membutuhkan peralatan yang mumpuni sehingga hasilnya bisa dilihat. Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Dalam buku Panduan Menggambar Manusia Menggunakan Media Pensil (2010) karya Irfan Abdul Rohman, peralatan gambar yang dipakai memiliki spesifikasi berbeda sesuai jenisnya. Berikut peralatan menggambar bentuk:   1. Kertas Gambar  Kegiatan menggambar membutuhkan kertas yang baik agar proses pembuatan gambar lebih nyaman dan maksimal. Bahan kertas yang baik salah satu syaratnya adalah tidak mudah sobek, mengingat menggambar merupakan proses menggores dan menghapus. Kertas adalah bahan yang paling ideal digunakan untuk menggambar. Dalam menggambar menggunakan pensil agar menda

Kursus Menggambar untuk Usia Dewasa

    Ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan? Kakak-kakak bisa belajar menggambar, melukis, design grafis, dan fashion design di La Alfabeta lho! Pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajar dengan metode yang fun, La Alfabeta menggunakan konsep bermain sambil belajar, jadi siswa tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan. ⁣⁣ Ayo, tunggu apa lagi? Jangan ragu-ragu untuk daftar les Art and Craft bersama La Alfabeta. ⁣⁣⁣⁣Ada pilihan online class maupun offline class lho! Cek kelebihan kami: Online & Offline Class available. Kakak pengajar bisa datang ke rumah dan melakukan pembelajaran secara offline (tatap muka langsung) dan juga bisa melakukan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom, Skype dan aplikasi sejenis Disc 50% biaya pendaftaran  Harga yang terjangkau  Waktu lebih fleksibel, dapat mengatur jadwal langsung dengan kakak pengajar. Jadwal les tersedia weekdays maupun weekends, dengan rentang waktu panjang mulai pukul

Cara Membedakan Karya Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

  Cara membedakan karya seni rupa murni dan seni rupa terapan dilihat dari fungsinya, sebagai berikut: Seni rupa murni Seni rupa murni adalah karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsi.  Sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan. Dilansir dari buku The Perceptual Structure of Three-Dimensional Art (2016) karya Paul MW, fungsi dari seni rupa murni untuk memuaskan batin di dalam ciptaanya. Mengutamakan unsur keindahan.  Contoh karya seni rupa murni adalah lukisan, patung, grafiti, relief, seni koreografi, dan masih banyak lainnya.  Seni rupa terapan Seni rupa terapan adalah merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, melainkan juga berfungsi untuk membantu kehidupan manusia.  Seni rupa terapan lebih mengutamakan kegunaan dibandingkan keindahan. Fungsi dari karya seni rupa terapan justru menonjolkan kegunaan atau kebutuhannya, seperti kebutuhan pokok atau kebuituhan