Skip to main content

Situasi Tak Menentu Imbas Corona, Art Jakarta Digelar 27-29 Agustus 2021



Jakarta - 
Pandemi virus Corona membuat situasi menjadi tak menentu. Berbagai acara dan kegiatan pun terpaksa ditunda sampai dibatalkan penyelenggaraannya tahun ini.

Gelaran Art Jakarta yang dijadwalkan digelar akhir Agustus 2020 ini terpaksa ditunda sampai 2021. Kabar itu diumumkan lewat surel yang disebarkan penyelenggara Art Jakarta.

"Kami memutuskan untuk membatalkan acara Art Jakarta 2020. Dengan berat, keputusan ini kami ambil atas dasar niat baik serta demi kebaikan semua pihak," tulis Art Jakarta dalam siaran pers yang diterima detikcom.

"Acara Art Jakarta akan kembali berlangsung pada 27-29 Agustus 2021, di Jakarta Convention Center," lanjut penyelenggara lagi.

Penyelenggara juga mengumumkan ada 70 galeri seni yang terdaftar berpartisipasi di art fair bergengsi tersebut. Dalam siarannya, Art Jakarta menuturkan pandemi COVID-19 yang mengubah dunia dalam skala, kecepatan, dan cakupan masalah adalah yang pertama kalinya terjadi.

Di seluruh dunia, pemerintah dan warga memerangi wabah dengan penutupan wilayah. Serta pembatasan lain yang berdampak pada perdagangan internasional dan ekonomi global.

"Khususnya bagi Indonesia, perkembangan ekonomi tahun 2020 menjadi tidak jelas. Sementara pandemi terus meluas, media melaporkan "pemerintah Indonesia telah menyiapkan segala hal untuk menghadapi kondisi terburuk, termasuk tidak adanya pertumbuhan ekonomi"1 dan "berbagai tindak pembatasan akan mengguncang arus permintaan" sehingga konsumsi pribadi akan turun secara masif di tahun ini," tulis Art Jakarta.

Sebelumnya, Art Jakarta 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) sukses menggaet 39 ribu pengunjung. Kolektor seni Indonesia kenamaan seperti eddy Kusuma, Alexander Tedja, dan Prasojo Winarko juga hadir. Hadir pula kolektor asal Belgia, Alain Servais, dan kolektor ternama dari Taiwan, Rudy Tseng.

Comments

Popular posts from this blog

Alat dan Bahan Menggambar Bentuk Obyek Tiga Dimensi

KOMPAS.com - Menggambar merupakan sebuah kegiatan ekspresif yang didalamnya membutuhkan beberapa alat untuk menunjang terciptanya sebuah karya. Karya gambar yang sudah jadi pun disesuaikan dengan tingkatan sesuai umur atau juga kategori. Namun, dari semua itu menggambar membutuhkan peralatan yang mumpuni sehingga hasilnya bisa dilihat. Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Dalam buku Panduan Menggambar Manusia Menggunakan Media Pensil (2010) karya Irfan Abdul Rohman, peralatan gambar yang dipakai memiliki spesifikasi berbeda sesuai jenisnya. Berikut peralatan menggambar bentuk:   1. Kertas Gambar  Kegiatan menggambar membutuhkan kertas yang baik agar proses pembuatan gambar lebih nyaman dan maksimal. Bahan kertas yang baik salah satu syaratnya adalah tidak mudah sobek, mengingat menggambar merupakan proses menggores dan menghapus. Kertas adalah bahan yang paling ideal digunakan untuk menggambar. Dalam menggambar menggunakan pensil agar menda

Cara Membedakan Karya Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

  Cara membedakan karya seni rupa murni dan seni rupa terapan dilihat dari fungsinya, sebagai berikut: Seni rupa murni Seni rupa murni adalah karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsi.  Sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan. Dilansir dari buku The Perceptual Structure of Three-Dimensional Art (2016) karya Paul MW, fungsi dari seni rupa murni untuk memuaskan batin di dalam ciptaanya. Mengutamakan unsur keindahan.  Contoh karya seni rupa murni adalah lukisan, patung, grafiti, relief, seni koreografi, dan masih banyak lainnya.  Seni rupa terapan Seni rupa terapan adalah merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, melainkan juga berfungsi untuk membantu kehidupan manusia.  Seni rupa terapan lebih mengutamakan kegunaan dibandingkan keindahan. Fungsi dari karya seni rupa terapan justru menonjolkan kegunaan atau kebutuhannya, seperti kebutuhan pokok atau kebuituhan

Teknik Pelakat dalam Seni Lukis

KOMPAS.com - Setiap karya pelukis tentu memiliki karakternya masing-masing. Karakter tersebut biasanya terletak dari teknik seni lukis yang digunakan. Seni lukis yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangnya menciptakan aliran sekaligus teknik yang digunakan. Dalam buku Pita Maha: Gerakan Seni Lukis Bali 1930-an (2018) karya Wayan Kun Adnyana, teknik yang berbeda tentunya akan menghasilkan karya yang berbeda pula. Dari berbagai teknik yang ada, salah satu teknik yang sering digunakan adalah teknik plakat. Teknik plakat adalah salah satu teknik melukis atau menggambar yang menggunakan bahan dasar cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal. Dengan memberikan sapuan warna yang tebal, maka lukisan terkesan colourfull. Teknik plakat digunakan pelukis untuk menghasilkan lukisan yang mempesona dan tentunya bernilai tinggi. Ciri teknik plakat Ciri-ciri teknik plakat, yaitu: Sapuan warna yang kental dan tebal. Hasil lukisan menutupi seluruh bagian medianya Mem