Skip to main content

7 Teknik Mewarnai Dalam Desain Watercolour

 


    Dalam membuat watercolour, ada beberapa teknik yang biasanya sering digunakan. Salah satunya adalah teknik membuat watercolour secara tradisional. Contohnya, dalam hal pewarnaan. Nah, di bawah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai teknik pewarnaan dalam desain watercolour. Yuk simak!

1. Wet on Dry (kuas basah, kertas kering)

Teknik ini adalah salah satu yang paling dasar dikuasai bagi kamu yang baru mulai membuat watercolour. Teknik ini akan menimbulkan gradasi warna yang alami dan mempermudah untuk mengatur konsistensi warna gradasi dari pekat menuju transparan. Caranya, basahkan kuas, celupkan ke pasta cat air lalu langsung oleskan ke kertas kering.

2. Wet on Wet (kuas dan kertas basah)

Teknik Wet on Wet yang menggunakan kertas dan kuas basah untuk membuat desain watercolour-mu. Caranya, celupkan kuas ke air lalu basahkan ke permukaan kertas. Kemudian gunakan kuas yang masih basah tersebut untuk mengambil pasta cat air, lalu sapukan ke permukaan kertas. Teknik ini berfungsi untuk menimbulkan efek splatter atau bercak serta efek blurry pada lukisanmu.

3. Dry on Dry (kuas dan kertas kering)

Teknik ini menggunakan pasta cat air dan kertas kering. Jadi, pasta cat air tersebut langsung dilukiskan ke kertas kering tanpa perlu dicelupkan ke air. Teknik ini bisa digunakan untuk menciptakan efek sapuan warna yang tajam pada desainmu.

4. Dry on Wet (kuas kering, kertas basah)

Kebalikannya dari teknik Wet on Dry, cara ini akan menciptakan efek smudge. Karena hasilnya  akan timbul efek penyebaran warna pada bagian tepi cat yang telah disapukan pada kertas basah tersebut. Caranya, basahkan kertas menggunakan kuas yang dicelupkan ke air, lalu keringkan kuas, celupkan ke pasta cat air dan sapukan ke permukaan kertas.

5. Flat Wash

Flat Wash adalah teknik yang tidak menimbulkan efek gradasi warna pada tiap sapuannya. Penggunaannya cenderung lebih ditekan sehingga warna yang dihasilkan akan lebih tebal dari teknik lainnya. Biasanya, menggunakan kuas yang sedikit lebih besar.

6. Graded Wash (bertingkat)

Menciptakan efek sapuan warna yang sangat tipis. Caranya, oleskan kuas basah ke dalam pasta cat air, sapukan ke kertas kering, lalu keringkat kuas menggunakan tisu sampai tidak ada warna yang menempel di kuas. Setelah itu, menggunakan kuas kering tersebut, tarik warna yang tadi sudah dioleskan hingga benar-benar memudar.

7. Varigated (kombinasi warna)

Terakhir, teknik ini menggunakan kombinasi dua warna, seperti kuning dan merah. Caranya, sapukan warna kuning ke kertas lalu tarik warna tersebut sampai memudar. Setelah itu, kombinasikan dengan warna merah. Maka, warna orange yang akan kamu dapatkan.
Itu dia beberapa teknik pewarnaan pada desain watercolour. Meskipun  melukis dengan kuas terlihat mudah, ternyata perbedaan tingkat kebasahan dan sapuan kuas cat itu sangat mempengaruhi hasil gambar yang muncul.

Source : https://idseducation.com/7-teknik-mewarnai-dalam-desain-watercolour/

Comments

Popular posts from this blog

Alat dan Bahan Menggambar Bentuk Obyek Tiga Dimensi

KOMPAS.com - Menggambar merupakan sebuah kegiatan ekspresif yang didalamnya membutuhkan beberapa alat untuk menunjang terciptanya sebuah karya. Karya gambar yang sudah jadi pun disesuaikan dengan tingkatan sesuai umur atau juga kategori. Namun, dari semua itu menggambar membutuhkan peralatan yang mumpuni sehingga hasilnya bisa dilihat. Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Dalam buku Panduan Menggambar Manusia Menggunakan Media Pensil (2010) karya Irfan Abdul Rohman, peralatan gambar yang dipakai memiliki spesifikasi berbeda sesuai jenisnya. Berikut peralatan menggambar bentuk:   1. Kertas Gambar  Kegiatan menggambar membutuhkan kertas yang baik agar proses pembuatan gambar lebih nyaman dan maksimal. Bahan kertas yang baik salah satu syaratnya adalah tidak mudah sobek, mengingat menggambar merupakan proses menggores dan menghapus. Kertas adalah bahan yang paling ideal digunakan untuk menggambar. Dalam menggambar menggunakan pensil agar menda

Cara Membedakan Karya Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

  Cara membedakan karya seni rupa murni dan seni rupa terapan dilihat dari fungsinya, sebagai berikut: Seni rupa murni Seni rupa murni adalah karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsi.  Sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan. Dilansir dari buku The Perceptual Structure of Three-Dimensional Art (2016) karya Paul MW, fungsi dari seni rupa murni untuk memuaskan batin di dalam ciptaanya. Mengutamakan unsur keindahan.  Contoh karya seni rupa murni adalah lukisan, patung, grafiti, relief, seni koreografi, dan masih banyak lainnya.  Seni rupa terapan Seni rupa terapan adalah merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, melainkan juga berfungsi untuk membantu kehidupan manusia.  Seni rupa terapan lebih mengutamakan kegunaan dibandingkan keindahan. Fungsi dari karya seni rupa terapan justru menonjolkan kegunaan atau kebutuhannya, seperti kebutuhan pokok atau kebuituhan

Teknik Pelakat dalam Seni Lukis

KOMPAS.com - Setiap karya pelukis tentu memiliki karakternya masing-masing. Karakter tersebut biasanya terletak dari teknik seni lukis yang digunakan. Seni lukis yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangnya menciptakan aliran sekaligus teknik yang digunakan. Dalam buku Pita Maha: Gerakan Seni Lukis Bali 1930-an (2018) karya Wayan Kun Adnyana, teknik yang berbeda tentunya akan menghasilkan karya yang berbeda pula. Dari berbagai teknik yang ada, salah satu teknik yang sering digunakan adalah teknik plakat. Teknik plakat adalah salah satu teknik melukis atau menggambar yang menggunakan bahan dasar cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan warna cat yang tebal. Dengan memberikan sapuan warna yang tebal, maka lukisan terkesan colourfull. Teknik plakat digunakan pelukis untuk menghasilkan lukisan yang mempesona dan tentunya bernilai tinggi. Ciri teknik plakat Ciri-ciri teknik plakat, yaitu: Sapuan warna yang kental dan tebal. Hasil lukisan menutupi seluruh bagian medianya Mem