Skip to main content

8 Cara Mengajarkan Anak Membaca, Mudah dan Efektif!

Moms, begini cara mengajarkan anak membaca yang perlu dipahami.

    Moms pasti sudah tahu kalau membaca itu mendatangkan manfaat yang beragam untuk anak. Oleh karena itu, ada baiknya Moms mengajarkan anak membaca sejak ia masih dini. Sebenarnya, kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak membaca? Melek huruf tidak hanya dimulai saat anak mulai bersekolah. Ketika ia masih bayi, keterampilan membaca sudah mulai harus diajarkan.

    Saat Si Kecil memasuki usia 3-5 tahun, ini adalah masa-masa terpenting untuk pertumbuhan membacanya. Namun, mungkin bagi beberapa ibu masih sulit memulai untuk mengajarkan anak membaca. Tenang saja, coba simak ulasan selengkapnya tentang cara mengajarkan anak membaca berikut ini.

Cara Mengajarkan Anak Membaca

Bagaimana cara mengajarkan anak membaca yang efektif? Yuk simak di bawah ini.

1. Rutin Membacakan Buku untuk Anak

    Sebuah kebiasaan tidak terjadi dalam waktu yang instan, melainkan butuh waktu untuk berproses. Ini juga yang bisa menjadi acuan bagi Moms yang ingin mengajarkan anak membaca. Ketika anak belum mampu mengenal huruf-huruf, Moms dapat membacakan buku pada anak setiap malam sebelum ia tidur. Kebiasaan ini dapat menjadi cara mengajarkan anak membaca.

    Cara mengajarkan anak membaca paling sederhana yaitu membaca dongeng untuk anak. Menurut Australasian Journal of Early Childhood, membacakan dongeng anak mampu meningkatkan pengetahuan dan daya ingatnya, serta memperluas potensi kreatif pada anak. Nah, dengan membacakan buku cerita pada Si Kecil, maka akan memunculkan rasa ingin tahu. Hal ini juga akan melatih anak untuk berani menyampaikan pendapat atau bertanya.

    Menumbuhkan minat membaca harus dimulai sedini mungkin, agar ia nantinya akan terbiasa aktif dan berinteraksi dengan orang dewasa. Rutin membacakan buku pada anak tidak hanya mampu mengajarkan anak membaca, melainkan juga meningkatkan bonding antara orang tua dan anak. Ketika membacakan sebuah cerita, Si Kecil biasanya akan berada di pangkuan atau dekapan orang tuanya. Kebiasaan ini akan mendekatkan hubungan antara orang tua dan anaknya.

    Untuk itu, pastikan Moms dan Dads meluangkan waktu untuk membacakan buku pada anak di malam hari. Selain itu, pastikan membaca buku sebelum waktu tidur ini menjadi sebuah rutinitas. Mengapa demikian? Pada malam hari, Si Kecil sudah lelah dan tahan untuk segera tidur. Rutinitas membaca ini akan menempatkan dia dalam suasana hati yang lembut dan membantunya untuk lebih bersantai. Ini bisa menjadi cara mengajarkan anak membaca sejak dini.

2. Memilih Jenis Buku yang Disukai oleh Anak

    Cara mengajarkan anak membaca lainnya bisa dengan memilih buku bacaan yang disukai olehnya. Moms dapat mencoba cara ini ketika anak sudah mampu mengenal huruf dan berbicara beberapa kata, meskipun belum fasih. Dilansir dari laman University of Rochester’s Warner School of Education, mengajarkan anak membaca mampu menjadi kunci untuk membuka pintu pembelajaran hidupnya.

    Nah, membaca mampu menjadi sumber informasi yang menyenangkan, menghibur, dan menarik bagi anak-anak. Untuk itu, ada baiknya Moms memilih bacaan buku yang juga disukai oleh anak. Ketika Si Kecil menyukai buku yang ia pilih, maka akan lebih mudah untuk mengajarkan anak membaca. Namun, tetap awasi setiap buku yang dipilih oleh anak, ya, Moms.

    Apabila ia memilih buku cerita atau buku fiksi, maka ada baiknya Moms mengecek terlebih dulu sinopsis dari buku tersebut. Jika anak memilih buku non-fiksi, tetap cek akurasi informasi di dalamnya. Ada baiknya memilih buku yang informasinya di dalamnya tetap up to date, agar anak juga mendapatkan pengetahuan yang paling terbaru.

3. Membaca sambil Bersuara dengan Lantang

    Cara mengajarkan anak membaca berikutnya dengan bersuara lantang. Mengapa? Sangat penting bagi Moms untuk mengajarkan anak membaca sambil bersuara dengan lantang. Dengan begitu, anak dapat mengetahui intonasi membaca yang tepat sesuai dengan kalimat yang ia ucapkan.

    Perlu diketahui, belajar membaca itu berbeda dengan belajar berbicara. Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian dari Association for Supervision and Curriculum Development. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa membaca bukanlah sebuah proses alami, melainkan berusaha mengungkapkan kode. Nah, kombinasi huruf tertentu dapat mewakili suara tertentu.

    Jadi, mengajarkan anak membaca sama dengan berusaha memecahkan kode. Cara terbaik untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu membaca sambil bersuara dengan lantang. Membaca lebih dari sekadar sebuah kata di buku, melainkan harus diucapkan secara lantang. Dengan demikian, cara mengajarkan anak membaca juga berbarengan dengan mengajarkan anak berkomunikasi verbal yang baik dan tepat.

    Kebiasaan ini akan menumbuhkan minat anak dalam membaca dan melatih Si Kecil untuk lebih lancar dalam berbicara. Jika Moms menemukan kata atau kalimat yang sulit dimengerti dalam buku bacaan, gantilah kata atau kalimat tersebut dengan lebih sederhana dan dimengerti anak.Selain itu, apabila mengajarkan anak membaca buku cerita, usahakan untuk menuntunnya agar membaca sesuai runut. Hal ini akan membantunya memahami bahwa cerita dibangun oleh plot, dialog, dan karakter para tokohnya.

4. Menggunakan Lagu untuk Belajar Membaca

    Cara mengajarkan anak membaca memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi Moms. Ada kalanya anak enggan untuk belajar membaca dan memilih untuk bermain. Nah, usahakan untuk tidak memaksanya, ya, Moms. Ada cara alternatif untuk menarik perhatian anak, yaitu menggunakan lagu. Dengan begini, anak akan menyenangi membaca tanpa ia mengetahui bahwa sedang belajar.

    Dilansir dari laman Child Development Info, mungkin awalnya anak akan menyanyikan kata-kata yang sudah dihafalnya. Namun, Moms dapat dengan mudah memindahkannya ke pendekatan fonik (mengenali hubungan antara huruf dan bunyi) serta meminta anak mengidentifikasi huruf yang membuat suara yang ia nyanyikan.

    Cara mengajarkan anak membaca dengan kegiatan menyenangkan ini menjadi langkah yang baik bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan literasi yang mempersiapkan untuk lebih fasih membaca.

5. Berikan Ruang Membaca yang Nyaman

    Cara mengajarkan anak membaca tidak hanya dengan memilih buku yang tepat, tapi juga menyediakan ruangan atau sudut membaca yang nyaman untuknya. Hal ini dilakukan juga agar Si Kecil lebih fokus saat membaca.Nah, suasana yang tenang, nyaman, penuh dengan buku ini akan menjadi inspirasi sudut membaca yang disukai oleh anak-anak. Moms dapat menyediakan kursi yang nyaman dengan lemari berisi buku-buku yang disusun rapi.

    Suasana yang nyaman inilah yang membuat Si Kecil semakin suka kegiatan membaca. Hindari membaca di ruang TV karena akan membuat anak tidak fokus karena terlalu bising.

6. Membuat Permainan Kata

    Cara mengajarkan anak membaca berikutnya bisa dengan membuat permainan-permainan kata. Fokus pada permainan yang mampu mendorong anak untuk mendengarkan, mengidentifikasi, dan meniru suara dalam kalimat atau kata-kata.

    Atau Moms bisa mencoba membuat kartu-kartu kata, dengan cara menggunting kartu sederhana dan menuliskan kata sederhana.Lalu, ajak anak untuk memilih sebuah kartu dan bacakan kata tersebut secara bersama-sama.

    Meski cara ini membutuhkan lebih banyak waktu persiapan, namun bisa mengajarkan anak membaca lebih efektif.

7. Gunakan Teknologi yang Ada

    Proses belajar membaca harus menjadi momen yang menyenangkan untuk anak. Moms tetap dapat menggunakan teknologi yang ada untuk membantu mengajarkan anak membaca. Ini bisa menjadi cara mengajarkan anak membaca. Jadi, jangan hanya terpaku belajar membaca hanya melalui buku, ya, Moms!

Biasanya, anak-anak mudah merasa jenuh dan kewalahan apabila menemukan kesulitan, yang akhirnya bisa membuat ia malas untuk belajar membaca.

    Nah, Moms bisa menggunakan bantu teknologi, seperti aplikasi untuk mengenalkan huruf atau mendengarkan berbagai video pembelajaran yang beragam di internet. Cara ini akan membantu anak apabila ia menghadapi kesulitan.

8. Sabar dan Konsisten

    Jangan patah semangat apabila Moms sudah mencoba berbagai cara, namun Si Kecil masih belum fasih membaca. Cara mengajarkan anak membaca harus tetap menyenangkan dan setiap anak memiliki kecepatan membaca masing-masing. Jadi, jangan bandingkan anak kita dengan orang lain.

    Tetap sabar dan konsisten saat mengajarkan anak membaca, itulah kunci yang tepat untuk memberikan kesempatan pada anak. Hindari bersikap keras atau memaksa karena hanya membuat belajar membaca menjadi sebuah tekanan untuknya. Selain itu, mintalah dukungan kepada pasangan dan anggota keluarga lainnya untuk turut mengajarkan anak membaca dalam hal yang sesederna sekalipun.

    Ketika banyak orang di sekitarnya yang suka membaca, maka secara tidak langsung nantinya anak juga akan mengikutinya. Itulah beberapa cara mengajarkan anak membaca yang bisa Moms mulai terapkan. Ingat, mengajarkan anak membaca harus dimulai sejak dini, ya. Selamat mencoba!

Source : https://www.orami.co.id/magazine/cara-mengajarkan-anak-membaca/

Comments

Popular posts from this blog

Alat dan Bahan Menggambar Bentuk Obyek Tiga Dimensi

KOMPAS.com - Menggambar merupakan sebuah kegiatan ekspresif yang didalamnya membutuhkan beberapa alat untuk menunjang terciptanya sebuah karya. Karya gambar yang sudah jadi pun disesuaikan dengan tingkatan sesuai umur atau juga kategori. Namun, dari semua itu menggambar membutuhkan peralatan yang mumpuni sehingga hasilnya bisa dilihat. Peran alat dan bahan sangat menentukan untuk menghasilkan gambar bentuk yang baik. Dalam buku Panduan Menggambar Manusia Menggunakan Media Pensil (2010) karya Irfan Abdul Rohman, peralatan gambar yang dipakai memiliki spesifikasi berbeda sesuai jenisnya. Berikut peralatan menggambar bentuk:   1. Kertas Gambar  Kegiatan menggambar membutuhkan kertas yang baik agar proses pembuatan gambar lebih nyaman dan maksimal. Bahan kertas yang baik salah satu syaratnya adalah tidak mudah sobek, mengingat menggambar merupakan proses menggores dan menghapus. Kertas adalah bahan yang paling ideal digunakan untuk menggambar. Dalam menggambar menggunakan pensil agar menda

Kursus Menggambar untuk Usia Dewasa

    Ingin mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menyenangkan? Kakak-kakak bisa belajar menggambar, melukis, design grafis, dan fashion design di La Alfabeta lho! Pengajar La Alfabeta sabar dan kreatif kok untuk mengajar dengan metode yang fun, La Alfabeta menggunakan konsep bermain sambil belajar, jadi siswa tidak merasa terbebani dan tidak cepat bosan. ⁣⁣ Ayo, tunggu apa lagi? Jangan ragu-ragu untuk daftar les Art and Craft bersama La Alfabeta. ⁣⁣⁣⁣Ada pilihan online class maupun offline class lho! Cek kelebihan kami: Online & Offline Class available. Kakak pengajar bisa datang ke rumah dan melakukan pembelajaran secara offline (tatap muka langsung) dan juga bisa melakukan pembelajaran online menggunakan aplikasi Zoom, Skype dan aplikasi sejenis Disc 50% biaya pendaftaran  Harga yang terjangkau  Waktu lebih fleksibel, dapat mengatur jadwal langsung dengan kakak pengajar. Jadwal les tersedia weekdays maupun weekends, dengan rentang waktu panjang mulai pukul

Cara Membedakan Karya Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan

  Cara membedakan karya seni rupa murni dan seni rupa terapan dilihat dari fungsinya, sebagai berikut: Seni rupa murni Seni rupa murni adalah karya seni yang tercipta bebas dengan fungsi yang lebih mengutamakan keindahan dari pada fungsi.  Sebagai kepuasan pandangan mata saja dan biasanya sering digunakan hanya sebagai pajangan. Dilansir dari buku The Perceptual Structure of Three-Dimensional Art (2016) karya Paul MW, fungsi dari seni rupa murni untuk memuaskan batin di dalam ciptaanya. Mengutamakan unsur keindahan.  Contoh karya seni rupa murni adalah lukisan, patung, grafiti, relief, seni koreografi, dan masih banyak lainnya.  Seni rupa terapan Seni rupa terapan adalah merupakan karya seni yang tidak hanya sebagai pajangan rumah saja, melainkan juga berfungsi untuk membantu kehidupan manusia.  Seni rupa terapan lebih mengutamakan kegunaan dibandingkan keindahan. Fungsi dari karya seni rupa terapan justru menonjolkan kegunaan atau kebutuhannya, seperti kebutuhan pokok atau kebuituhan